Welcome Guest. Sign in or Signup

0 Answers

Menko Airlangga Sebut Indonesia Jauh dari Lembah Resesi, Ini Faktornya

Asked by: 1 views Uncategorized

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia masih jauh dari jurang resesi di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 sebesar 5,11 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita itu salah satu pertumbuhan yang tertinggi selama ini dan apabila kita lihat bermacam-macam lembaga rating dari agensi memberikan assesmen positif,” kata Airlangga Hartarto dalam Rakernas Percepatan dan Pra-Evaluasi PSN, Selasa,

Airlangga menambahkan, bermacam-macam indikator makro ekonomi Indonesia menunjukan keadaan yang kuat dan stabil dibandingi negara lain. Inflasi Indonesia pada April 2024 sebesar 3 persen, lebih rendah dibanding negara peers. Indonesia cuma kalah dari Korea Selatan dan Jerman yang inflasinya masing-masing 2,9 persen dan 2,2 persen.

Adapun Airlangga menuturkan slot spaceman Indeks PMI Indonesia masih di level ekspansif sebesar 52,9 persen dan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten stabil di tengah tekanan global. Hal ini terefleksi dari probabilitas resesi Indonesia yang cuma 1,5 persen, lebih rendah dibanding hampir seluruh negara.

Airlangga menuturkan, dari bermacam-macam survei, probabilitas resesi Indonesia menjadi salah satu yang terendah di dunia dibandingi negara lain seperti Jerman 60 persen, Italia 55 persen, Inggris 40 persen, Australia 32,5 persen, Amerika Serikat 30 persen Thailand 30 persen, Rusia 17,5 persen, Korea Selatan 15 persen, China 12,5 persen, dan Indonesia 1,5 persen.

“Probabilitas resesi Indonesia cuma 1,5 persen, lebih rendah dibanding hampir seluruh negara,” ujar dia.

Secara spasial, ekonomi Indonesia di wilayah Timur mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi adalah pada provinsi Maluku & Papua 12,15 persen, Sulawesi 6,35 persen, dan Kalimantan 6,17 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di ketiga wilayah hal yang demikian utamanya disokong oleh kesibukan pertambangan, industri logam dan pembangunan IKN,” pungkasnya.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,11% pada Kuartal I 2024, Ini Pensupportnya

Sebelumnya, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen di kuartal I-2024 ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyangga utama pertumbuhan ekonomi Indonesia itu adalah industri pengolahan.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mempersembahkan, industri pengolahan menjadi kontributor pertumbuhan ekonomi terbesar dengan 0,86 persen. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingi kuartal IV-2023 lalu.

“Bila diperhatikan dari sumber pertumbuhan pada triwulan I 2024, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar adalah sebesar 0,86 persen. Sumber pertumbuhan dari industri pengolahan ini lebih besar dari triwulan IV-2023 namun lebih kecil dari triwulan I-2023,” ungkap Amalia dalam Rilis Info Resmi Statistik, di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Kecuali industri pengolahan tadi, Amalia mencatat kontribusi lainnya. Seperti dari sektor konstruksi dengan 0,73 persen, pertambangan dengan sumber pertumbuhan 0,68 persen, serta perdagangan dengan 0,60 persen.

Secara terperinci, industri pengolahan tumbuh stabil ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan permintaan luar negeri. Di antaranya, industri makanan dan minuman tumbuh 5,87 persen disokong oleh pertumbuhan permintaan domestik untuk produk makanan dan minuman selama ramadan dan persiapan memasuki lebaran.

“Industri logam dasar tumbuh 16,57 persen disokong oleh pemingkatan permintaan luar negeri seperti produk logam dasar besi dan baja,” kata Amalia.

Selanjutnya, industri kimia, farmasi dan obat tradisional tumbuh 8,01 persen sejajar dengan peningkatan permintaan di pasar domestik dan luar negeri.

Answer Question